Apa itu blok terminal tipe tabung? Bagaimana cara penggunaannya?
1. Apa itu tubular? Terminal kawat?
Terminal kawat berbentuk tabung, juga dikenal sebagai Ferrule kawatKonektor kabel, atau penutup kabel listrik, adalah tabung logam konduktif dengan lapisan luar isolasi. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan dua kabel atau lebih dengan aman dan terjamin sambil mempertahankan konduktivitas listrik.
Komponen utama:
- Selongsong logam: Biasanya terbuat dari tembaga, aluminium, atau paduan logam, terletak di bagian dalam, digunakan untuk menjepit kabel dan memastikan sambungan listrik.
- Selongsong isolasi: Dililitkan di sekeliling tabung logam, biasanya terbuat dari PVC atau nilon tahan api, tersedia dalam berbagai warna (umumnya oranye, kuning, merah, biru, hijau, dll.), digunakan untuk isolasi, perlindungan terhadap sengatan listrik, dan perlindungan mekanis.
Prinsip kerja:
Dengan alat khusus (tang penjepit) atau sekrup, kawat yang dimasukkan ke dalam terminal akan terikat secara permanen pada tabung logam, membentuk sambungan yang andal, kuat, dan memiliki resistansi rendah.
2. Fitur dan keunggulan utama
- Aman dan andal: Selubung isolasi mencegah sengatan listrik, dan pengencangan yang aman mencegah kelonggaran, pemanasan, dan percikan api.
- Hemat ruang: Lebih ringkas dan estetis dibandingkan dengan metode kawat terpilin dan pita isolasi listrik tradisional.
- Instalasi terstandarisasi: Warna biasanya sesuai dengan ukuran kawat yang berbeda, sehingga memudahkan identifikasi dan pengoperasian.
- Ketahanan api yang baik: Produk berkualitas tinggi menggunakan bahan tahan api kelas V0, sehingga meningkatkan keamanan sirkuit.
- Ketahanan terhadap korosi: Tabung logam dilapisi timah atau metode lain untuk mencegah oksidasi.
3. Cara Penggunaan? (Langkah-Langkah Operasional Standar)
Pengingat Penting: Sebelum beroperasi, pastikan sirkuit terkait benar-benar dimatikan dan verifikasi dengan penguji tegangan!
Alat yang dibutuhkan: Tang penjepit yang sesuai (paling umum), atau obeng (untuk terminal tipe sekrup yang dapat dilepas).
Langkah 1: Persiapan
Matikan Daya dan Verifikasi: Matikan sakelar daya dan gunakan penguji tegangan untuk memastikan kabel tidak dialiri listrik.
Kupas Kabel: Gunakan alat pengupas kabel untuk melepaskan isolasi dari ujung kabel yang akan disambungkan. Panjang pengupasan harus sama atau sedikit lebih pendek dari kedalaman tabung logam terminal (biasanya tertera pada kemasan terminal, misalnya, 10-12 mm).
Atur Kabel: Pastikan semua kabel tembaga tertata rapi, tidak berjumbai, dan bebas oksidasi. Jika teroksidasi, amplas tipis-tipis dengan kertas amplas.
Langkah 2: Masukkan Kabel
Sejajarkan semua ujung kabel yang akan dihubungkan, lalu masukkan secara sejajar dan berdampingan ke dalam tabung logam terminal.
Pastikan semua kabel dimasukkan hingga ke bagian bawah dan tidak ada untaian tembaga yang terbuka di luar isolasi.
Langkah 3: Jepit (Langkah Paling Penting)
Gunakan tang penjepit yang sesuai dengan ukuran terminal (rahang tang biasanya ditandai dengan warna atau spesifikasi).
Tempatkan terminal dengan kabel ke dalam rahang yang sesuai pada tang penjepit.
Tekan dengan kuat dan dalam satu gerakan hingga gagang tertutup sepenuhnya atau Anda mendengar bunyi "klik" (beberapa tang memiliki fitur pengunci).
Posisi Pengepresan: Lakukan pengepresan di tengah tabung logam atau area pengepresan yang telah ditentukan. Jangan melakukan pengepresan di atas isolasi.
Langkah 4: Inspeksi
Setelah proses penjepitan, tarik setiap kawat dengan kuat menggunakan tangan untuk memeriksa kestabilannya; kawat tersebut tidak boleh terlepas.
Periksa apakah isolasi masih utuh dan tidak ada untaian tembaga yang terbuka.















