0102030405
Konektor Blok Terminal Tipe H dengan Jalur Pitch
Blok terminal tipe H adalah jenis terminal kabel yang banyak digunakan, dinamai demikian karena alas isolasinya berbentuk seperti huruf 'H' (juga disebut tipe U atau tipe tembus). Terminal ini biasanya menggunakan teknologi sambungan kabel sekrup untuk mencapai sambungan listrik yang aman dan andal.
Penggunaan utama blok terminal tipe H adalah sebagai titik untuk mengamankan, menghubungkan, dan menjembatani kabel dan kawat listrik. Blok terminal ini membawa kabel dari sumber daya atau ujung depan suatu perangkat dan, melalui komponen logam konduktif internal, mentransmisikan arus atau sinyal secara stabil ke ujung belakang atau kabel lain, berfungsi sebagai titik transisi, distribusi, atau transfer. Karena strukturnya yang sederhana, biaya rendah, dan kemudahan penggunaan, blok terminal ini banyak diaplikasikan dalam berbagai skenario: Industri penerangan: Banyak digunakan dalam pengkabelan internal berbagai lampu LED, lampu neon, dan lampu langit-langit, berfungsi sebagai salah satu komponen standar untuk koneksi penerangan. Manufaktur peralatan rumah tangga: Diterapkan di dalam peralatan industri dan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, dan microwave, untuk mengamankan dan menghubungkan sirkuit internal. Peralatan listrik dan elektronik: Umum digunakan pada perangkat catu daya, filter, kabinet kontrol listrik, dan peralatan transmisi, sangat cocok untuk situasi yang membutuhkan solusi 'tembus dinding', di mana kabel perlu dihubungkan dari dalam kabinet ke luar. Fasilitas komersial dan publik: Digunakan untuk penerangan rak supermarket, papan reklame, sistem daya sementara, dan lokasi lain yang membutuhkan pengkabelan atau distribusi cepat.
Penggunaan utama blok terminal tipe H adalah sebagai titik untuk mengamankan, menghubungkan, dan menjembatani kabel dan kawat listrik. Blok terminal ini membawa kabel dari sumber daya atau ujung depan suatu perangkat dan, melalui komponen logam konduktif internal, mentransmisikan arus atau sinyal secara stabil ke ujung belakang atau kabel lain, berfungsi sebagai titik transisi, distribusi, atau transfer. Karena strukturnya yang sederhana, biaya rendah, dan kemudahan penggunaan, blok terminal ini banyak diaplikasikan dalam berbagai skenario: Industri penerangan: Banyak digunakan dalam pengkabelan internal berbagai lampu LED, lampu neon, dan lampu langit-langit, berfungsi sebagai salah satu komponen standar untuk koneksi penerangan. Manufaktur peralatan rumah tangga: Diterapkan di dalam peralatan industri dan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, dan microwave, untuk mengamankan dan menghubungkan sirkuit internal. Peralatan listrik dan elektronik: Umum digunakan pada perangkat catu daya, filter, kabinet kontrol listrik, dan peralatan transmisi, sangat cocok untuk situasi yang membutuhkan solusi 'tembus dinding', di mana kabel perlu dihubungkan dari dalam kabinet ke luar. Fasilitas komersial dan publik: Digunakan untuk penerangan rak supermarket, papan reklame, sistem daya sementara, dan lokasi lain yang membutuhkan pengkabelan atau distribusi cepat.
Material blok terminal tipe H terutama dibagi menjadi komponen plastik isolasi dan komponen logam konduktif. Material casing secara langsung memengaruhi ketahanan suhu, ketahanan api, dan kinerja isolasi produk. Material umum meliputi: Nylon 66 (PA66): Yang paling banyak digunakan. Memiliki ketahanan api yang sangat baik (peringkat ketahanan api biasanya UL94 V-2 atau V-0), ketahanan benturan, dan ketahanan terhadap pelarut. Kisaran suhu kerja umumnya -30℃ hingga 110℃, dengan toleransi jangka pendek hingga 140℃. Polietilen (PE): Memiliki fleksibilitas, transparansi, dan elongasi yang baik, serta tahan terhadap radiasi. Namun, memiliki ketahanan suhu yang lebih rendah, umumnya -40℃ hingga 65℃. Polipropilen (PP): Ketahanan api yang baik dan ketahanan benturan yang kuat, tetapi transparansi rendah dan kekakuan agak lebih rendah. Suhu kerja sekitar -20℃ hingga 90℃. Polikarbonat (PC): Beberapa terminal berkualitas tinggi menggunakan material PC, menawarkan ketahanan api yang lebih tinggi (UL94 V-0) dan kinerja keseluruhan yang sangat baik. Bagian/kontak konduktif: Biasanya terbuat dari kuningan (seringkali dianil untuk meningkatkan kekuatan torsi dan mencegah kerusakan), paduan tembaga, atau tembaga elektrolitik untuk memastikan konduktivitas yang sangat baik. Sekrup/rangka penjepit: Terbuat dari paduan besi atau tembaga, seringkali dengan perlakuan permukaan seperti pelapisan seng (berwarna atau putih), pelapisan nikel, atau pelapisan timah untuk meningkatkan ketahanan korosi dan mencegah korosi elektrokimia dengan kabel tembaga di lingkungan lembap.

























